Thursday, 12 April 2012

Katepir (Kampung Tempe Kecipir)



Katepir (Kampung Tempe Kecipir): 
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Inovasi Tempe Kecipir sebagai Komoditas Usaha untuk meningkatkan Gizi dan Perekonomian Masyarakat di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

         Tempe merupakan bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia pada umumnya dan Tulungagung pada khususnya. Tempe yang merupakan hasil fermentasi mengandung kadar gizi tinggi, sehingga dapat meningkatkan mutu protein kerakyatan. Selain itu, harganya yang lebih murah dibandingkan sumber protein lainnya, dan usaha produksi tempe yang banyak diminati di Kabupaten Tulungagung, sangat berpengaruh pada perekonomian penduduk.
Namun sejak tahun 2008, harga kedelai terus meningkat dari 6000 rupiah menjadi 8500 rupiah (Kompas, 2011). Hal ini pula yang menyebabkan harga tempe kedelai terus melonjak sehingga minat beli masyarakat terhadap tempe juga menurun. Banyak dari 151 industri tempe kedelai di Tulungagung yang menekuni bidang ini mengaku kelimpungan dan kehilangan sebagian besar pembelinya (Disperindag, Kabupaten Tulungagung, 2010).
Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung mengenal tanaman kecipir (Psopocarpus tetragonolobus) karena buah mudanya sering dijadikan sayur dan bahan pecel. Tanaman kecipir cukup banyak tumbuh liar di pagar-pagar penduduk, dan daunnya hanya dimanfaatkan sebagai makanan ternak. Di luar negeri seperti Ghana, kecipir sudah dibudidayakan secara optimal. Untuk jumlah panen, kecipir lebih banyak dari kedelai. Tiap satu hektar, kecipir mampu diproduksi sebanyak 2.380 kg/ha sedangkan kedelai hanya 900 kg/ha (Jatmika, 2003). Hal ini dikarenakan tanaman ini sangat sesuai dengan daerah tropis dan mudah tumbuh dimana saja. Namun di Indonesia pemberdayaan kecipir belum dilakukan secara optimal.
Biji tanaman kecipir yang sudah tua dapat dimanfaatkan sebagai bahan olahan makanan manusia yang bergizi tinggi, lebih tinggi dari kedelai, bahkanm enurut data dari puskesmas Beji yang mencakup Desa Beji, Desa Sobontoro dan Desa Serut, Desa Sobontoro memiliki status kesehatan yang lebih rendah dibandingkan kedua desa tersebut.  Hal ini dikarenakan keadaan ekonomi masyarakat yang masih sangat kurang, dan sebagian besar penduduknya yang merupakan tamatan SMP serta sebagian besar pekerjaan wanita di desa sobontoro hanya sebagai ibu rumah tangga dan buruh tani.lebih tinggi dibandingkan daging sapi dan domba. Berdasarkan direktorat gizi Depkes, kalori kecipir dalam tiap gram 100 gram adalah 405 kal, daging sapi 190 kal dan daging domba 206 kal. Protein kecipir 32,80 gram, daging sapi 27 gram, dan daging domba 17,10 gram. Karbohidrat kecipir 36,5 gram, daging sapi 0 dan daging domba 0. Oleh karena itu, biji kecipir dapat dijadikan alternatif bahan makanan protein tinggi sebagai sumber asam amino esensial.
Pemandirian masyarakat desa Sobontoro khususnya ibu rumah tangga dibentuk menjadi individu yang lebih produktif dengan melakukan pengolahan kecipir untuk diproduksi sebagai tempe agar dapat menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomis. Biji kecipir yang selama ini hanya menjadi limbah dan tidak dimanfaatkan, membuat harga biji kecipir sangat murah di pasaran, harganya hanya mencapai 2.000-4.000 rupiah per kilogram, sedangkan kedelai di pasar Tulungagung mencapai 7.000-8.000 rupiah per kilogram (Pasar Desa Bandung Tulungagung). Di harapkan kedepannya masyarakat yang telah memiliki kemampuan untuk membuat tempe kecipir dapat mengembangkan keahliannya dan dapat membuat tempe kecipir tidak hanya menjadi komoditas rumah tangga yang dikonsumsi sendiri tetapi menjadi sentra industri baru yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Tulungagung.

3 komentar:

Dini Savitri said...

cara bikin nya gmana ya kak ? infoo ya :)

Anonymous said...

untuk biji kecipir saya tanya k penjual di semarang itu 25rb satu kilo, da di bandung penjual eceran 60rb satu kilo. Ini harga perkilo kecipir apakah dapat dipastikan kebenarannya?

Zainal Arifin said...

Ya kalau harga di pasar tentu dipengaruhi oleh ketersediaan dan kebutuhan barang, oleh sebab itu kita tanam sendiri saja kecipirnya. Budidaya kecipir cukup mudah

Post a Comment

jangan sungkan-sungkan komentar disini ya, kita sama-sama belajar dan menimba ilmu serta pengalaman

 
;