Showing posts with label science. Show all posts
Showing posts with label science. Show all posts
Friday, 27 April 2012 0 komentar

Sialyl-Lewis X : Karbohidrat antigen sebagai marker kanker payudara


               Kanker payudara adalah kanker pada jaringan payudara dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal, cepat, dan tidak terkendali. Berdasarkan data dari American Cancer Society, sekitar 1,3 juta wanita terdiagnosis menderita kanker payudara dan tiap tahunnya di seluruh dunia kurang lebih 465.000 wanita meninggal oleh karena penyakit ini. Sementara itu, berdasarkan American Cancer Society, secara umum, angka kejadian kanker payudara meningkat sekitar 30 % dalam kurun waktu 25 tahun di negara-negara maju. (Ferlay et al., 2001). Kanker payudara merupakan penyakit yang menjadi permasalahan terbesar baik di negara maju maupun negara berkembang. Di dunia, 12% penyebab kematian disebabkan oleh kanker dan kanker merupakan pembunuh nomor dua setelah penyakit kardiovaskular. Kanker payudara ini merupakan kanker yang paling banyak diderita wanita Indonesia dibandingkan dengan kanker serviks (Depkes, 2011).
          Metode untuk screening kanker payudara saat ini masih mengandalkan mamografi, SARARI dan beberapa biomarker. Untuk biomarker yang digunakan biasanya adalah CEA, CA15-3, BCA2 25, yang tingkat akurasinya masih kurang optimal, sehingga diperlukan suatu metode screening dan diagnostik penunjang untuk menegakkan diagnosis kanker payudara.
Sialyl-Lewis X adalah sebuah karbohidrat tetrasaccharide antigen yang terikat oleh O-glycan pada  permukaan sel yang berfungsi sebagai ligan dari selektin untuk proses inflamasi. Sialyl-Lewis X (SleX) adalah ligan dari selectin yang ada di permukaan endothel. (Kajiwara et al,2005). Kita ketahui bahwa karbohidrat,khususnya glukosa dibutuhkan sebagai bahan untuk sel kanker dapat bertahan hidup, dan ternyata karbohidrat ini disintesis juga oleh sel kanker untuk meningkatkan metastasis melalui pembentukan Sialyl-Lewis X.
Dengan diketahuinya Sialyl-Lewis X sebagai penanda dari metastasis sel kanker, maka Sialyl-Lewis X adalah salah satu kandidat marker baru untuk kanker payudara.
Saturday, 14 April 2012 0 komentar

Post Translasi Protein Polyglutamine


1.      Pendahuluan
Protein polyglutamine adalah produk dari kesalahan genetik dimana terjadi ekspansi (lebih dari 40 kali) pengulangan gugus CAG pada DNA, dan penyakit yang disebabkan karena kesalahan genetic ini disebut polyQ disease / polyglutamine disease. Tubuh sebenarnya memiliki pertahanan supaya polyglutamine tidak berlebihan dalam proses post translasinya, namun pada perjalanannya,gen-gen yang menyandi proses pertahanan ini mengalami mutasi sehingga timbul manifestasi polyQ disease yang bersifat neurotoksik.PolyQ memperbanyak jumlahnya dengan melalui proses oligomerisasi. Penyakit polyQ sendiri, manifestasinya adalah kelainan saraf degenerative yang berbahaya bagi manusia, beberapa polyQ disease yang telah diidentifikasi antaralain Huntington’s disease, spinocerebellar ataxia (SCA) type 1,2, 3, 6, 7, and 17, dentatorubral pallidoluysian atrophy, dan spinobulbar muscular atrophy ( SBMA) (1).
Thursday, 12 April 2012 3 komentar

Katepir (Kampung Tempe Kecipir)



Katepir (Kampung Tempe Kecipir): 
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Inovasi Tempe Kecipir sebagai Komoditas Usaha untuk meningkatkan Gizi dan Perekonomian Masyarakat di Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

         Tempe merupakan bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia pada umumnya dan Tulungagung pada khususnya. Tempe yang merupakan hasil fermentasi mengandung kadar gizi tinggi, sehingga dapat meningkatkan mutu protein kerakyatan. Selain itu, harganya yang lebih murah dibandingkan sumber protein lainnya, dan usaha produksi tempe yang banyak diminati di Kabupaten Tulungagung, sangat berpengaruh pada perekonomian penduduk.
7 komentar

ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay)


Laporan Praktikum ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay)
Aditya Satriya Nugraha
Mahasiswa Program Magister Ilmu Biomedik
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya


1.                  Pendahuluan
Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) adalah suatu teknik biokimia yang terutama digunakan dalam bidang imunologi untuk mendeteksi kehadiran antibodi atau antigen dalam suatu sampel. Dalam pengertian sederhana, sejumlah antigen yang tidak dikenal ditempelkan pada suatu permukaan, kemudian antibodi spesifik dicucikan pada permukaan tersebut, sehingga akan berikatan dengan antigennya. Antibodi ini terikat dengan suatu enzim, dan pada tahap terakhir, ditambahkan substansi yang dapat diubah oleh enzim menjadi sinyal yang dapat dideteksi. Dalam ELISA fluoresensi, saat cahaya dengan panjang gelombang  tertentu disinarkan pada suatu sampel, kompleks antigen/antibodi akan berfluoresensi sehingga jumlah antigen pada sampel dapat disimpulkan berdasarkan besarnya fluoresensi denan menggunakan spectrofotometer.
0 komentar

SIgA


Secretory IgA.  
Immunoglobulin A (IgA) adalah system imun humoral yang dihasilkan oleh sel plasma di daerah mukosa tubuh,terutama di lapisan laminia propria, karena itulah IgA juga sering disebut dengan system imun mukosa, atau system imun sekretori( secretory immunity). Secretory IgA (S-IgA) memiliki berat molekul 380.000kd dengan koefisien  sedimentasi 11S. S-IgA  ditemukan dalam jumlah sedikit pada serum, namun ditemukan pada jumlah yang banyak di sekresi saluran nafas, saluran cerna, saluran kemih, air mata, keringan, ludah, dan pada Air susu Ibu (ASI) (abbas dan Litchman,2004)
Pada manusia, jalan masuk bakteri yang paling berpengaruh adalah melalui traktus gastrointestinal dan traktus respirasi, sehingga dipelukan jumlah sIgA yang tinggi sebagai system pertahanan tubuh.  Jumlah IgA yang disekresikan di mukosa saluran cerna sebanyak 60%-70% dari setiap 3 gram total antibody yang dikeluarkan oleh tubuh. S-IgA berfungsi untuk mengikat mikroba dan mencegah penempelan mikroba pada epitel dan bersifat menetralisasi toksin, sehingga infeksi bakteri pada hospes akan berkurang (Abbas dan Litchman,2004).
Stimulasi pembentukan S-IgA dimulai dari presentasi antigen oleh APC kepada sel T. Sel T helper akan menstimulasi sel B yang bertanggungjawab dalam pembentukan IgA. Switching isotope menuju IgA, dirangsang oleh TGF β dan IL-5 yang diproduksi oleh sel T. IgA yang dihasilkan di mukosa lebih banyak daripada di bagian tubuh yang lain, disebabkan karena isotype switching IgA terjadi paling efisien di  jaringan limfoid mukosa. Sel B yang memproduksi IgA juga mempunyai kecenderungan homing ke jaringan mukosa (Abbas dan Litchman,2004).
 
;